Selective Pallet Rack Indonesia | 1–3 Ton per Level
Ruby Commercial TB10, Summarecon Bekasi  ·  Senin–Jumat 08.00–17.00 WIB Sales: Aria Wardana  0877-7543-4777
BerandaSelective Pallet Rack
Jenis 01 · Paling Populer di Indonesia

Selective Pallet Racking — Selektivitas 100% untuk Gudang Banyak SKU

Sistem rak pallet paling umum dipakai di Indonesia. Setiap pallet dapat diambil langsung tanpa memindahkan pallet lain, sehingga cocok untuk gudang distribusi, 3PL, dan operasi dengan variasi SKU tinggi. Difabrikasi dari baja JIS G3101 SS400 dengan frame hingga 13 meter tanpa sambungan.

100%
Selektivitas pallet
1–3 Ton
Kapasitas per level
30–40%
Kepadatan ruang
13 m
Frame tanpa sambungan
Pengertian

Apa Itu Selective Pallet Racking?

Selective pallet racking adalah sistem penyimpanan pallet di mana setiap posisi pallet dapat diakses langsung dari aisle tanpa perlu memindahkan pallet lain terlebih dahulu. Struktur dasarnya sederhana: sepasang upright frame vertikal yang dihubungkan horizontal beam pada setiap level, membentuk baris rak yang dipisahkan lorong kerja forklift.

Karena setiap pallet berdiri sendiri, sistem ini memberi kebebasan penuh dalam rotasi stok — Anda bisa menerapkan FIFO, LIFO, atau kombinasi keduanya tanpa batasan struktural. Inilah alasan selective menjadi pilihan default untuk gudang dengan ratusan hingga ribuan SKU berbeda.

Kompromi dari selektivitas penuh adalah pemanfaatan ruang yang paling rendah di antara semua sistem racking: hanya 30 sampai 40 persen luas lantai yang benar-benar terpakai untuk penyimpanan. Sisanya habis untuk aisle yang harus cukup lebar bagi manuver forklift.

Komponen Utama

  • Upright frame — tiang vertikal berlubang (slot) yang menahan seluruh beban vertikal, tersedia hingga 13 meter dalam satu batang tanpa sambungan
  • Horizontal beam — balok penopang pallet, dipasang berpasangan pada setiap level, posisinya bisa digeser sesuai tinggi barang
  • Baseplate & anchor bolt — pelat dasar yang mengikat frame ke lantai beton
  • Safety pin / beam lock — pengunci beam agar tidak terangkat saat terkena benturan forklift
  • Wire mesh decking — alas kawat opsional untuk barang non-pallet atau karton kecil
  • Column guard & row spacer — pelindung tiang dan penjaga jarak antar baris rak
Selective racking adalah titik awal yang benar untuk sebagian besar gudang. Kalau Anda belum yakin sistem mana yang cocok, mulai dari selective dan naikkan kepadatan hanya jika lahan benar-benar menjadi kendala. Bandingkan dengan 8 sistem lain →
Data Teknis

Spesifikasi Selective Pallet Rack

Seluruh dimensi dibuat custom mengikuti ukuran pallet, tinggi gudang, dan jangkauan forklift Anda. Tabel berikut adalah rentang yang umum kami produksi.

ParameterSpesifikasiCatatan
Material uprightBaja JIS G3101 (SS400)Roll formed, slot punching presisi
Material beamBaja JIS G3131 (SPHC)Box beam / step beam
Kapasitas per level1 – 3 ton (standar)Hingga 5 ton untuk konfigurasi khusus
Tinggi frame2 – 13 meterTanpa sambungan hingga 13 m
Panjang beam1.800 – 3.900 mmUmum: 2.300 mm (2 pallet)
Kedalaman frame800 – 1.200 mmMenyesuaikan ukuran pallet
Jumlah level2 – 6+ levelTergantung tinggi gudang & forklift
FinishingPowder coating Jotun / HDGHDG untuk cold storage & area lembab
Sistem sambunganKnockdown (baut & slot)Tanpa las, bisa bongkar pasang
Estimasi hargaMulai Rp 600.000 / posisi palletKonfigurasi standar, belum termasuk instalasi
Lebar aisle3,5 – 4 m (counterbalance)
2,7 – 3,2 m (reach truck)
Menentukan kepadatan akhir
Pertimbangan

Kelebihan dan Keterbatasan

Kami sampaikan keduanya secara terbuka — memilih sistem racking yang salah jauh lebih mahal daripada menunda keputusan sebentar untuk memastikan.

Kelebihan

  • Selektivitas 100 persen — setiap pallet langsung terjangkau tanpa memindahkan pallet lain
  • Biaya per posisi pallet paling ekonomis di antara semua sistem racking
  • Bebas memilih FIFO, LIFO, atau kombinasi tanpa batasan struktural
  • Menggunakan forklift standar — tidak perlu investasi alat khusus
  • Waktu instalasi paling cepat, konfigurasi mudah diubah kemudian
  • Cocok untuk gudang dengan ratusan hingga ribuan SKU berbeda

Keterbatasan

  • Pemanfaatan ruang paling rendah — hanya 30 sampai 40 persen luas lantai
  • Membutuhkan aisle lebar sehingga banyak lahan terpakai untuk lorong
  • Kurang efisien untuk cold storage karena volume ruang dingin mahal
  • Tidak ideal jika SKU sedikit tapi volume per SKU sangat besar
  • Pada lahan mahal, biaya sewa per pallet jadi tinggi meski rak murah
Varian

Double Deep Racking — Naikkan Kepadatan 40%

Double deep adalah pengembangan langsung dari selective: dua baris rak digabung membelakangi satu sama lain, sehingga pallet disimpan dua lapis ke dalam. Jumlah aisle berkurang drastis dan kepadatan naik dari 30–40 persen menjadi 45–55 persen — kenaikan sekitar 40 persen dengan struktur yang pada dasarnya sama.

Konsekuensinya, pallet di lapis belakang baru bisa diambil setelah pallet depan keluar. Sistem ini juga menuntut reach truck dengan garpu teleskopik (pantograph) yang mampu menjangkau lapis kedua.

Kapan Double Deep Masuk Akal

  • Setiap SKU memiliki stok minimal dua pallet — kalau hanya satu pallet per SKU, lapis belakang akan sering kosong
  • Rotasi stok tidak menuntut FIFO ketat
  • Sudah tersedia atau bersedia berinvestasi pada reach truck pantograph
  • Lahan gudang mahal sehingga kenaikan kepadatan sepadan dengan tambahan biaya alat
KriteriaSelectiveDouble Deep
Selektivitas100%±50%
Kepadatan ruang30–40%45–55%
Kedalaman lane1 pallet2 pallet
Sistem rotasiFIFO/LIFO bebasCenderung FILO
ForkliftStandarReach truck pantograph
Investasi rakRpRp Rp
Aplikasi tipikalDistribusi, 3PLGudang FMCG
Panduan Praktis

Cara Menghitung Kebutuhan Selective Rack

Perhitungan kasar berikut cukup untuk memperkirakan kebutuhan sebelum survey. Tim kami akan menghitung ulang secara presisi berdasarkan denah gudang Anda.

Langkah Perhitungan

Perkiraan awal yang bisa Anda hitung sendiri sebelum survey.

1
Hitung total posisi pallet yang dibutuhkan
Total pallet = Stok puncak (pallet) × 1,15

Faktor 1,15 adalah cadangan 15 persen untuk fluktuasi musiman dan ruang kerja.

2
Tentukan jumlah level per bay
Level = (Tinggi gudang bersih − 0,5 m) ÷ (Tinggi pallet + 0,15 m)

Kurangi 0,5 meter untuk sprinkler dan clearance atap. Pastikan level tertinggi masih terjangkau forklift.

3
Hitung jumlah bay
Jumlah bay = Total pallet ÷ (Level × Pallet per beam)

Beam 2.300 mm umumnya menampung 2 pallet ukuran 100×110 cm.

4
Cek kebutuhan luas lantai
Luas = (Jumlah baris × Kedalaman rak) + (Jumlah aisle × Lebar aisle)

Bandingkan dengan luas gudang tersedia. Jika tidak muat, pertimbangkan double deep atau VNA.

Salah menghitung tinggi level adalah kesalahan paling umum. Banyak gudang memesan rak setinggi mungkin, lalu baru sadar forklift yang dimiliki hanya menjangkau dua level teratas. Pastikan tinggi angkat forklift lebih dulu, baru tentukan tinggi rak.
Aplikasi

Industri yang Cocok Menggunakan Selective Rack

Selective bekerja paling baik ketika jumlah SKU tinggi dan volume per SKU relatif kecil — kondisi yang umum di sektor berikut.

Gudang Distribusi Logistik 3PL E-commerce Fulfillment Gudang Sparepart Otomotif Elektronik Retail & Supermarket Farmasi Kosmetik Kimia Tekstil & Garment Bahan Bangunan Kemasan (Packaging) Manufaktur Gudang Bahan Baku Gudang Barang Jadi
FAQ

Pertanyaan Seputar Selective Pallet Rack

Kapasitas 1 sampai 3 ton per level (per pasang beam) untuk konfigurasi standar, dan dapat dihitung ulang hingga 5 ton per level untuk kebutuhan khusus. Kapasitas final ditentukan hasil perhitungan struktur terhadap berat pallet, panjang beam, dan tinggi rak.

Selective menyimpan satu pallet per posisi dengan selektivitas 100 persen dan kepadatan 30 sampai 40 persen. Double deep menyimpan dua pallet ke dalam sehingga kepadatan naik ke 45 sampai 55 persen, tetapi pallet belakang baru bisa diambil setelah pallet depan keluar dan membutuhkan reach truck pantograph.

Untuk counterbalance forklift standar dibutuhkan aisle 3,5 sampai 4 meter. Reach truck cukup 2,7 sampai 3,2 meter. Jika lahan sangat terbatas, pertimbangkan VNA racking dengan aisle 1,6 sampai 2 meter.

Ya. Tinggi, panjang beam, dan kedalaman frame dibuat mengikuti ukuran pallet Anda (110×110, 100×120, atau ukuran lain), tinggi bangunan gudang, dan jangkauan angkat forklift yang digunakan.

Estimasi mulai Rp 600.000 per posisi pallet untuk konfigurasi standar — biaya per posisi paling ekonomis di antara semua jenis racking. Angka final ditentukan kapasitas beban, dimensi, jumlah level, dan finishing. Lihat panduan harga lengkap atau hubungi 0877-7543-4777 untuk penawaran resmi setelah survey lokasi gratis.

Bisa dipakai, tetapi kurang efisien karena kepadatannya hanya 30 sampai 40 persen sementara setiap meter kubik ruang berpendingin mahal biaya energinya. Untuk cold storage lebih disarankan drive-in, radio shuttle, atau mobile racking.

Butuh Penawaran Selective Pallet Rack?

Kirimkan denah gudang, ukuran pallet, jumlah SKU, dan tinggi angkat forklift Anda — tim engineering kami akan menyusun layout, perhitungan kapasitas, dan penawaran resmi. Survey lokasi gratis untuk area Jabodetabek.

WhatsApp Pak Aria
atau telepon 0877-7543-4777 · Senin–Jumat 08.00–17.00